Tim GCPHS BKSDA, Amankan Harimau di Tigo Nagari

0
20
Harimau
Pasaman Barat | ajopasbar.andoranews.com : Konflik antara Harimau Sumatera dengan masyarakat kembali terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kembali terjadi. Seekor sapi, milik warga diterkam (panthera tigris sumatrae) di kebun coklat kawasan, Lubuk Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Tim Gerak Cepat Penanganan Harimau Sumatera Badan Konservasi Sumber Daya Alam (GCPHS BKSDA) Sumatera Barat, Selasa (2/1) sore kemarin, berhasil menangkap Harimau Sumatera di Lubuk Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tiga Nagari, Kabupaten Pasaman.

Ketua Karang Taruna Nagari Ladang Panjang, Eka Kurniawan, melalui akun WhatsApp (WA) menjelaskan, ganas dan masuknya Harimau Sumatera ke pemukiman warga, khususnya di Nagari Ladang Panjang, telah terjadi semenjak beberapa hari terakhir.

Malah, katanya, seekor sapi milik warga telah dijadikan sasaran empuk bagi si raja hutan itu. Mengetahui kian ganas dan masuknya Harimau Sumatera itu ke areal pemukiman warga, pihaknya melaporkan kondisi yang terjadi kepada pihak BKSDA Sumatera Barat, dan pihak terkait di jajaran pemerintah daerah Kabupaten Pasaman.

Selain bintang ternak milik warga, lalu-lalang dan masuknya si raja rimba itu ke areal pemukiman warga, kata Eke Kurniawan, rasa takut dan tidak nyaman di kawasan pemukiman warga, juga dirasakan masyarakat setempat. Jika harimau itu tidak berhasil memangsa hewan ternak milik warga, yang menjadi sasaran empuk bagi harimau itu tentu warga setempat.

Tokoh masyarakat setempat, Arif Hardianto mengakui, keganasan dan masuknya Harimau Sumatera itu ke areal pemukiman warga, secara otomatis membuat masyarakat setempat tidak nyaman. Pihak terkait, seperti BKSDA Sumatera Barat bersama tim, harus peduli dan bertanggung jawab.HARIMAU

Secara kelembagaan, kata Arif Hardianto, walinagari bersama pengurus Karang Taruna Nagari Ladang Panjang telah melaporkan kondisi yang terjadi dan dialami warga setempat kepada pihak BKSDA Sumatera Barat dan tim terkait.

Setelah pihak BKSDA Sumatera Barat, melalui perwakilan di Kabupaten Pasaman, mendapat informasi dari pengaduan masyarakat setempat, Tim BKSDA perwakilan Kabupaten Pasaman terjun ke lokasi kejadian. Tim yang didampingi ketua Karang Taruna Nagari Ladang Panjang, Eka Kurniawan bersama jajaran melihat situasi dan kondisi yang ada di Ladang Panjang.

Dari penjelasan perangkat nagari, jelas Arif, ternak sapi milik warga yang dimangsa si raja hutan, kawasan Lubuk Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman berjumlah tiga ekor, dan peristiwa terakhir terjadi hari Selasa sore kemarin, kata Arif Hardianto, mengakhiri. (gmz)

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini