Warga Batang Saman, Minta Pemda Serius Atasi Ancaman Abrasi

0
40
Pasaman Barat | AndoraNews : Warga Batang Saman, Kenagarian Air Gadang, Kecamatan Pasaman, yang tinggal di pinggiran sungai Batang Saman, minta pemerintah daerah provinsi dan Pasaman Barat, serius memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka.

Setiap terjadi banjir, ulas mereka, aliran sungai terus mengikis dinding sungai. Akibatnya, akan terjadi abrasi dan menghanyutkan sejumlah rumah warga yang berada di sekitar aliran sungai itu.

“Di pinggiran sungai Batang Saman, lokasi rawan banjir dan terancam terjadinya pengikisan dinding sungai, telah dimulai pembangunan sarana pengaman terjadinya pengikisan dinding sungai di kawasan rawan bencana itu. Bahkan, kondisinya semakin parah, dan dengan adanya kegiatan itu rumah meraka terancam ambruk”, kata Iyur (62), warga Labuah Baru Jorong Pasia Bintungan Nagari Air Gadang Barat Pasbar Senin (4/12) kemarin.

Dikatakan iyur (62), yang aneh nya sekarang ini, bangunan penahan tebing itu tidak ada fungsinya, karena sudah masuk sekitar Tiga meter dari tepi tebing kedalam sungai dan tidak ada artinya.”Kalau hujan lebat dan arus air sungai deras dan meningkat sudah pasti rumahnya akan kena banjir dan tebing di tepi sugai itu akan ikut runtuh,”ujarnya.

Kita berharap Kepada pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Barat, supaya matang lah dalam perencanaan nya, karena bangunan yang di buat sekarang menghabiskan dana Rp 700 juta lebih, dengan panjang sekitar 30 meter

Sebelum pembangunan penahan tebing ini dikerjakan kami sudah pernah menyampaikan, kepada pihak kontraktor nya, supaya jangan di situ di bangun, lebih baik di bangun di bagian atas sungai, tepat pada belokan itu. Namun pihak kontraktor mengatakan perencanaan dan gambarnya disini kata kontraktor itu,”terang Iyur.

30 KK dan Kuburan terancam di pindahkan

Pj Walinagari Air Gadang Barat Apendi didampingi salah seorang Bamus-nya, Risnalino mengatakan, memang kalau kita lihat sekarang ini di lapangan, memang kurang tepat tempat di bangun Penguatan Tebing yang sepanjang 30 meter itu oleh pihak PSDA Sumatera Barat

“Kita bukan nya tidak bersyukur di kasih pembangunan, tapi yang bermanfaat lah bagi masyarakat banyak, mengingat Dananya nya tidak sedikit mencapai Rp 700 juta, tapi yang di bikin hanya 30 meter dengan lebar satu tiang beton itu 1 meter.”kata Apendi.

Dikatakan Apendi, yang parahnya sekarang ini, ada sekitar 20 KK warga kita yang tingal di tepi sungai ini, terancam dan harus pindah, karena kita lihat ketika hujan lebat, pasti Sungai Batang Pasaman ini, meluap dan akan mengenanggi rumah para warga dan ada juga beberapa buah kuburan warga setempat harua segera di pindahkan, karena sudah berada pas di bibir sungai.”ungkapnya.

Ditambahkan Risnalino, sebelumnya sudah ada sekitar 5 buah rumah warga yang sudah dipindahkan, karena hancur pondasi rumahnya, akibat gerusang Sungai Batang Pasaman. Kalau begini terus 30 KK warga kami yang tingal di tepi sungai ini, ketika hujan deras pasti selalu khawatir dan was-was, akan kedatangan banjir.”kata Risnalino.

Pihak PSDA Sumatera Barat, melalui Kabid SDA KB Eng, saat di hubungi melalui Whatsupp hingga berita ini di turunkan tidak ada jawaban. Bangunan perkuat tebing batang Pasaman, di Kabupaten Pasbar, dengan dana hampir satu milyar pada anggaran tahun 2023 melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Barat

Di ketahui sebagai penyedia jasa sebagai kontraktor pelaksana pembangunan perkuat tebing batang Pasaman, Nagari Aia Gadang, Kecamtan Pasaman, Kabupaten Pasbar dari perusahaan” CV . Jaya Bumi Perkasa, Nomor Kontrak: 04.09/PPSDA-SDABK/APBD/V-2023, dan Pagu Dana Rp, 754.300.311,00.(gmz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini